Tata Ruang Kantor

Tata Ruang Kantor
 Dalam melaksanakan tatausaha, suatu factor panting yang turut menentukan kelancaran ialah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor engan sebaik-baiknya. Pennyusunan alat-alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tataruang perkantoran.
Untuk memperjelas pengertian tataruang perkantoran itu dapatlah di kutipkan 2 perumusan yang berikut :
1)    “Ofice layaut may be defined as the arrangement of furniture and equipment within available floor space”.
(tataruang perkantoran dapat dirumuskan sebagai penyusunan perabotan an alat perlengkapan pada luas lantai yang tersedia.)
2)    “Office layaut is the determination of the space leguere ments and of the detailed utilizations of this sapace in order to provide a practical arrangement of the physical factor considered necessary for the execution of the office work within reasonable costs”.
(Tata ruang perkantoran adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan tentang pengunaan secara terperinci dari ruang ini untuk menyiapkan suatu susunan yang paraktis dari factor-faktor fisik yang di anggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak,)
Di Indonesia tataruang perkantoran masih kurang mendapat perhatian dari instansi-instasi pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta. Misalnya sering terlihat bahwa suatu instansi atau pejabat yang banyak malayani public ditaruh di belakang.
Proses pembuatan faktur itu dimulai dengan diterimanya daftar pesanan dari seksi lain. Kapala seksi petugas membuat catatan-catatan mengenai harganya, potongan yang harus di berikan, asuransi tambahan biaya pengiriman, atau bpertangungan. Lalu diteruskan kepada juru hitung untuk di hitung, kemudian diteruskan kapada juru periksa, kemudian diteruskan kapada juru tulis untuk di ketik.
Akhirnya, setelah di teliti lagi oleh juru periksa dan kapalanya, barulah ddi teruskan kapada juru arsip untuk di kirimkan keseksi lain, sedang salinannya di simpan dalam lemari arsip. Pada gambar kiri, karena tataruang tidak di rencanakan sebaik-baiknya, maka warkat itu harus mandar mandir secara tidak efisien.
Tiap pegawai harus berdiri dari tempat duduknya an mengantarkannya kapada pegawai berikutnya. Ini membuang waktu an tenaga yang sebetulnya tidak perlu.
Bahkan proses pekerjaan itu dapat agak disderhanakan, yaitu daftar pesanan langsung si terima oleh kepala tidak lagi melalui juru arsip. Kemudian setelah factor itu selesai tidak perlu di bawah keatas meja si kapala untuk di periksa lagi.
Jadi tataruang yang baik akan bermanfaat bagi organisasi yang bersangkutan dalam menyelesaikan pekerjaan. Paa pokoknya akan di peroleh keuntungan-keuntungan yang berikut :
1)    Mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai karena berjalan mondar-mandir yang sebetulnya tidak perlu.
2)    Menjamin kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan.
3)    Memungkinkan pemakaian ruang kerja secara efisien, yaitu suatu luas lantai tertentu apat dipergunakan untuk keperluan yang sebanyak-banyaknya.
4)    Mencegah para pegawai di bagian lain terganggu oleh public yang akan menemui suatu bagian tertentu.
Dalam menyusun ruang untuk kerja perkantoran, ada beberapa tujuan yang perlu di capai. Tujuan itu merupakan pula syarat-syarat yang hendaknya di penuhi dalam setiap tataruang kantor yang baik. Tujuan yang hendaknya dijadikan pedoman itu itu ialah :
  1. Pekerjaan dalam kantor itu dalam proses pelaksanaannya dapat menempuh jarak yang sependek mungkin.
  2. Rangkaian aktivitas tatausaha apat mengalir secara lancer.
  3. Segenap ruang dipergunakan secara efisien untuk keperluan pekerjaan.
  4. Kesehatan dan kepuasan bekerja para pegawai dapat terpelihara.
  5. Pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung secara memuaskan.
  6. Pihak luar yang mengunjunggi kantor yang bersangkutan mendapat kesan yang baik tentang organisasi itu.
  7. susunan tempat kerja dapat dipergunakan untuk berbagai pekerjaan dan mudah diubah sewaktu-waktu diperlukan.

Dua ahli inggris Geoffrey Mills dan Oliver Standingford menegaskan bahwa berbagai tujuan penyusunan tataruang yang baik bagi sesuatu kantor ialah :
a)    legal requirements to be fullfils ;
b)    space to be used to the greatest advantage ;
c)    services to be available where needed :power, telephones etc ;
d)    good working conditions to be provided for everyone ;
e)    supervision to be able to see the ataff at work ;
f)     sense of belonging and loyalty to the working group fostered ;
g)    communication and work flow facilitated ;
h)   movement of clerk betwendesks and filling are made easy ;
i)     noisy and distracting operations segregated ;
j)     mutual interverence between clerks avoided ;
k)    privacy and sycuuryty provided where necessary ;

a)            persyaratan peraturan, perundang-undangan di penuhi ;
b)           ruang dipergunakan sampai manfaat yang terbesar ;
c)            pelayanan-pelayanan tersedia sepanjang diperlukan :tenaga listrik, telepon, dan lain-lain ;
d)           persyaratan kerja yang baik disediakan bagi setiap orang
e)            pengawasan dapat melihat para petugas sedang bekerja ;
f)             rasa kesatuan dan kesetiaan terhaap kelompok karja di pelihara ;
g)           komunikasidan arus kerja diperlancar ;
h)   lalulalang para tata usaha di antara meja-meja dan lemari-lemari arsip di permudah ;
i)             pelaksanaan kerja yang gaduh dan menganggu perhatian di pisahkan ;
j)             saling menganggu di antara para juru tatausaha dihinarkan ;
k)            kebebasan diri dan keamanan di usahakan sepanjang perlu ;
thumbnail
Judul: Tata Ruang Kantor
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Administrasi :

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz